Ngaji Bareng Keluarga Besar PII

6 Februari 2015 M

Ta’lim (Mas Lathif Komandan Korwil Brigade Jatim 2006 – 2008)

Al Baqarah 214

Apakah kallian mengira bahwa kalian akan masuk surga?

Kaum muslimin saat ini telah menganggap bahwa surga seakan – akan telah ada ditangannya, padahal Islam tidak sesempit hal tersebut.

Ketidakmampuan umat islam untuk menguasai Politik, Ekonomi, dan Pendidikan di akbitkan umat islam itu sendiri, bnyak sekali umat Islam yang berlomba2 mempelajari semua itu ke barat, pdahal ilmuan2 barat berkeyakinan (Politik, Ekonomi, Pendidikan) Islam adalah sesuatu yang istimewa.

Kemiskinan mendekati kekufuran, paham islam hanya menggunakan akal merupakan kejatuhan kaum muslimin yang sebenarnya. Karena kaum seperti inilah yang tidak menyadari bahwa ia yang berilmu tapi tidak menerapkannya adalah sebuah kebohongan besar. Rasulullah SAW mengumpamakan tidurnya ahli ilmu lebih utama daripada ahli ibadah yang bodoh. Maksud ahli ilmu dalam hal ini adalah ahli ilmu yang megamalkannya, tidak hanya sebatas kepuasan akal saja.

Kefahaman adalah sebuah manifesto untuk kehidupan sehari2 dan menyampaikannya dalam masyarakat. Keilmuan yang mengantarkan dalam keimanan, ketika berbicara ialah ia yang menggunakan rasionalitas atau dalil aqli sebagai rujukan yang tidak terfahamkan (contoh : al qur’an dapat dibuktikan secara akal). Dalam hal aqidah terutama, maka kita harus berbicara tentang rasional bukan hal2 yang irrasional.

Q.A

Q : Bagaimana menjelaskan hal2 yang tidak rasional dalam Islam?

A : Hal yang tidak rasional tersebut terdapat darimana? Dari Al Qur’an, al qur’an adalah hal yang dapat dirasionalkan. Maka jika Qur’an merupakan hal yang rasional, secara otomatis hal yang didalamnya adalah sebuah pembenaran. Surga neraka, Qadha’ Qadar, Malaikat, adalah hal yang iirasional maka untuk membuktikannya kita butuh Qur’an sebagai rujukan

Q : bagaimana menjelaskan kepada mereka yang bodoh dan yang liberal?

A : kembali kepada rasional dan irrasional.

Q : Islam adalah agama yang menyampaikan, missionaris. Berkaitan dengan memilih pemimpin, dalam Al Qur’an harus mu’min, lantas bagaimana Islam menempatkan kepada non muslim.

A : sistem yang harus diganti, negara ini merupakan negara Pancasila (katanya) tapi kenyataannya adalah negara Neo Liberal – Kapitalis. Jika negara ini bersistem neo liberal kapital maka akan terjadi pemurtadan massal. Ketika berbicara pemimpin maka akan susah. Siapapun yang jadi pemimpin di negeri ini mau gak mau harus mengikuti sistem. Maka jika sistem yang rusak harus diganti dengan sistem yang baru yang lebih bagus.

Kriteria Pemimpin dalam Islam : Muslim, Baligh, Merdeka, Aql Sehat, Tamyiz. Dalam islam, sistem pemerintah adalah Khalifah, Wali, Amil, yang lain adalah Dhaifuun.

Makna

“ Kehidupan adalah sebuah perjalanan panjang yang penuh perjuangan dan pembelajaran. Hingga kemudian perjuangan dan pelajaran itulah yang membentuk kepribadian di masa mendatang. Saya yakin setiap persoalan hari ini akan mendapat jawabannya kelak. Termasuk kisah perjalan hidup saya, yang membentuk kepribadian saya sekarang. Terlebih dari itu semua, yang terpenting dari kehidupan ini adalah adanya malaikat-malaikat tak bersayap yang dengan ribuan kebaikannya menemani langkah-langkah kita meyusur perjalanan yang penuh rahasia untuk mencari jawaban-jawaban. Merekalah perwakilan tangan Tuhan”

Cinta?

Cinta itu bukan sesuatu kekuatan ajaib yang memaksamu berubah menjadi orang lain,
tapi cinta adalah sebuah kejaiaban dari Tuhan yang mampu merubahmu dengan bijak untuk menjadi yang lebih baik

Dan keberadaan cinta ada pada sebuah hati yang tulus melihat, dengan sebuah perkenalan yang unik Untuk kemudian mengalir menjadi penutup dari sebuah kekurangan antar satu sama lain

Tidak ada yang tahu kapan cinta itu datang, atau bahkan datang namun tak pernah tersadari,

Karena memang Cinta itu ajaib

Love is like a water, let it flow or make it flood.

Renungan

Ketika waktu berjalan, dan tangan Tuhan menuntunmu pada sebuah jalan. Dimana semua penembusan menjadi sebuah awal perjuangan. Hingga pada suatu masa mata kita semakin mampu melihat dunia. Noktah-noktah hitam yang bertebar di muka bumi ini adalah sutu tantangan bagi kita yang tersadar dan tertuntun oleh Tuhan.

kita tapakkan kaki kita pada sebuah jalan terjal, dan luka tertoreh di telapak kita. Maka tersenyumlah. Itu adalah sebuah pembuktian dan pengabdian. Bahwa kau telah berjalan dan berkorban. Meski semua itu tak mudah, namun aku yakin ALLAH tak mungkin mengabaikannya dan terbiarkannya sia-sia saja. Yang kau tempuhi adalah akhir pencapaian yang manis. Walau jalan tuk mencapainya adalah luka yang bertubi-tubi. Namun cukup ingat, semuanya tak akan sia-sia.

Mahasiswa dan Peranannya untuk Bangsa

Kebandelan masyarakat Indonesia untuk bertahan memiliki anak banyak atau tidak patuh seruan pemerintah untuk mengikuti KB ternyata membawa dampak yang positif juga. Dampak positif tersebut adalah adanya bonus demografi penduduk, yaitu dimana indonesia memiliki populasi pemuda yang lebih banyak. Jumlah penduduk Indonesia pada saat ini di dominasi oleh kaum muda. Seperti yang kita tahu pemuda adalah mata rantai penerus perjuangan bangsa dalam mewujudkan cita-citanya. Bonus demografi penduduk di Indonesia akan menjadi kabar membahagiakan dan hal yang menguntungkan apabila kualitas pemuda-pemuda tersebut dapat terolah dengan baik. Namun apabila sebaliknya maka ini akan menjadi ancaman Indonesia, yaitu semakin terpuruknya indonesia baik dalam perokonomian, moral, maupun sosial di tengah-tengah perkembangan modernisasi masyarakat dunia. Maka untuk itu semua, tanggung jawab siapakah?

Mahasiswa sebagai bagian dari generasi muda Indonesia seharusnya menyadari akan hal tersebut. Sehingga dari kesadaran tersebut akan ada tindakan yang mampu memberikan sumbangsih untuk negeri demi tercapainya perubahan ke arah yang lebih baik lagi. Mengingat bahwa mahasiswa secara keilmuan dan psikologis dianggap lebih mampu dibanding generasi lain yang masih atau tidak menempuh jenjang pendidikan di universitas.

Terlebih memprihatinkan adalah keadaan pendidikan pemuda di Indonesia. Pemuda Indonesia masih sangat banyak yang tertinggal pendidikannya. Keterbelakangan pendidikan tersebut juga membrikan dampak yang tidak baik dalam terbentuknya budaya di tengah-tengah masyarakat Indonesia. Seperti yang kita lihat saat ini, kebudayaan yang dimiliki pemuda Indonesia tidak mencerminkan nilai luhur bangsa dan negara Indonesia. terkesan urakan dan mengadopsi budaya masyarakat bodoh tak berpendidikan. Sehingga bisa dikatakan pula bahwa mahasiswa adalah harapan utama bangsa untuk mampu menciptakan perubahan yang lebih baik atau biassa disebut sebagai agent of change.

Mahasiswa sebagai agent of change juga diharapakan mampu menjadi iron stock yang memiliki kekuatan mempengaruhi diberbagai lini. Dapat menjadi orang-orang yang mampu memimpin dengan pergarakan yang terarah dan serempak menuju perbaikan bangsa. Pemimpin yang benar-benar mewarisi nilai luhur bangsa bangsa dan mampu mengemban misi transformasi menuju Indonesia yang lebih sejahtera.

Keberhasilan pengembanan misi transformasi tersebut dapat dilihat dari lingkungan sekitar kita. Ketika lingkungan sekitar kita telah mencapai perubahan yang lebih baik maka misi kita sudah bisa dikatakan tercapai meski belum sepenuhnya berhasil. Maka dari itu keberadaan mahasiswa di tengah-tengahnya sangat penting karena dapat menjadi social control atau pengontrol sosial masyarakat. Mengapa mahasisa? Lagi-lagi karena keilmuan yang ia memiliki. Mahasiswa sebagai generasi yang berpendidikan pastinya memiliki pemikiran yang lebih maju dibanding generasi yang kurang berpendidikan.

Realita kesenjangan sosial di lingkungan masyarakat kita seharusnya menjadi bahan pikir untuk kita semua,bahwa untuk saat ini kondisi sosial Indonesia masihlah belum baik padahal di usianya yang sudah ke 69 ini. Maka disitulah peran mahasiswa harus terlihat membrikan perubahan. Mungkin dapat dimualai dengan hal-hal kecil seprti menghilangkan budaya antara si miskin dan si kaya sesama mahasiswa. Memang kadang hal-hal kecil lebih sering diremehkan. Justru dari hal-hal kecil lah semua dimulai menuju hal besar.

Meremehkan hal-hal kecil adalah salah satu kesalahan besar yag membudaya di Indonesia bahkan ke pemimpin kita. Contohnya saja adalah korupsi yang diawali dengan ketidakjujuran kecil. Sehingga akhirnya menjadi kebiasaan buruk yang besar. Nah itulah yang juga harus dipikirakan kita semua. Sebagai generasi terpelajar yang sadar harus bangkit dengan kekuatan baru. Yaitu peran aktif positif dan solutif dalam memandang masalah yang ada di masyarakat Indonesia saat ini. Mahasiswa dapat menjadi moral force bagi maysarakat Indonesia. Sehingga bangsa indonesia dapat mencapai cita-citanya dengan peran aktif dari generasi emasnya.

Akai

Bukan Sesiapa Oleh: Churrotul M

Seperti sebaris sendu yang buyar dari barisan

Sedang desir angin membawa pasir permukaan jauh dari peraduan

Sejengkal kemudian kutemui setetes nista yang tertimbun dalam pasir

Mencoba menghapus anyir yang menyebar

Kutatapnya nanar menghempas nalar yang melingkar gusar

Aku tegar memacu kendali kuat menegarkan tanah yang basah

Membisu membawa cerita pada goresan yang penuh arti

Ketidak kuasaan bertahan dalam himpitan noktah yang mendakwa tinta fikir

Naluri yang tak henti mencari benar

Lirih melirih merintih

Angin itu bebas menerpa

Haruskah aku terjatuh meringkus cerita cita?

Aku bukan sesiapa yang kuat menantang sendiri sang mentari yang mengamuk disiang

Aku bukan pula sesiapa yang tegar bertahan dari angin bila sendirian

Malang, 04 februari 2012

PEJUANG MERDEKA oleh: Churrotul M

Langkahnya menyusuri tiap-tiap jalan yang terjal

Nafasnya terengah menutupi kelam

Ia pancangkan tekad menaklukan aral

Meski badai berputar-putar

Meski awan bergulung-gulung dalam suram

Jiwanya membumbung tinggi kuatkan mimpi

Pantang ia pulang bila ranah masih dalam cerita fana yang membodohkan

Didadanya bersemat jiwa pahlawan yang tak terakui

tak penting baginya sematan itu

langkahnya mantab berapi

jiwanya suci murni

sinarnya berkilauan tak bercelah

meski tak ada yang akui, sinarnya terpancar kepenjuru bumi

hangatkan setiap nafas yang merindu pada merdeka yang abadi

Malang, 12 Maret 2013

KAU KIRA EMAK TAK SAKIT oleh: Churrotul M

Kau kira emak tak sakit

Tulang belulang ini telah ringkih menimang manjamu

Susu emak mencoklat keruh

Sedang kau masih nikmat mendulang nafsu

Kau kira emak tak sakit

Saat sendi mengering karena letih memikul

Sedang kau pergi layuh tak peduli

kau mengingkar..

emak rindu sapa sopanmu dulu

kau sudah bringas dan liar nak

Malang, 3 Mei 2013

Tinta Manusia

Lama tidak bemain dalam dunia tulis menulis…
kini mulai lagi…
Salam kenal dengan Tinta Manusia
Blog yang dikelola secara pribadi. Sebatas coretan manusia. Seperti namanya Tinta Manusia, tulisan yang dibuat di blog ini hanyalah coretan tangan manusia, pengungkapan pikian dan hati. Karena hanya seorang manusia, Jelas tulisan-tulisan dalam blog ini akan sangat jauh dari kesempurnaan, maka sangat diharapkan kritik dan saran dari teman-teman pembaca.
Semoga apa yang kelak ter-post-kan di blog ini memberikan “hiburan” untuk teman-teman pembaca.
Salam kenal dengan penulis dan pemilik blog ini “Churrotul” namun sapa saja dengan “Akai”